Selasa, 06 Mei 2014

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK
(bahan renungan)

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.""

Minggu, 04 Mei 2014

share facebook

bagi yang kurang jelas dengan informasi yang tertaut dalam blog ini dapat kontak komunikasi dengan admin melalui facebook atau google mail admin bisa juga melalui yahoo mail. Terimakasih...

setetes NUR MUHAMMAD



Para Malaikat adalah Cahaya-cahaya Alloh yang mengambang di lelangit yang tidak menembus ‘bumi’ (bumi belum tercipta), sehingga hanya menerangi cakrawala. Saat Alloh belum mencipta bumi, Alloh sebagai Cahaya  memancarkan  Cahaya-cahaya-Nya ke segala penjuru, sehingga segala penjuru terpenuhi cahaya. Akhirnya Cahaya Awwal hanya melihat  cahaya-cahaya yang meliputi Cahaya Awal tersebut , yang cahaya itu sendiri merupakan pancaran dari Diri Cahaya. Mata Cahaya dengan cermin cahaya-cahaya, otomatis tidak bisa mengenali Diri Cahaya (karena tidak mengandung reflektor, pemantul, cermin). Karena itulah Alloh Menciptakan cermin yang bisa untuk mengenali Diri-Nya, yaitu cermin yang di baliknya berwajah ‘gelap’. Wajah yang satu memantulkan Cahaya, wajah sebaliknya sebagai kegelapan yang tidak memantulkan Cahaya. Akan tetapi justru dengan adanya kegelapan inilah wajah cermin sebaliknya bisa memantulkan Cahaya. Dengan adanya bahan baku pembuat cermin, yaitu air raksa yang mengandung unsur cahaya, api, udara dan tanah, terciptalah barzah yang menengahi kedua wajah cermin tersebut. Tanpa barzah ini, yang terang tidak dinamakan terang, yang gelap tidak dinamakan gelap. Melalui cermin (manusia) lah Alloh bisa mengenali yang wujud dan yang tiada, bisa mengenali Wujud dan yang tak wujud. Maka manusia yang bisa mengenali ketidak wujudan, ketidak tahuan, ketidak berdayaan, ketidak hidupan dirinya, dst. akan mengenali Alloh Yang Wujud, Yang Maha Tahu, Yang Maha Kuat, Yang Hidup, dst. Dari sudut pandang Alloh, Alloh melihat, menyaksikan dan mengenali Diri-Nya. Dari sudut pandang “cermin” (manusia) tanpa bersandar pada kepekatan air raksa tak akan melihat, menyaksikan, mengenal dan menyembah-Nya. Maka siapa saja yang bercermin melalui wajah yang tak memantulkan, akan tidak melihat gambaran dirinya. Siapa yang bercermun melalui wajah yang lain, akan melihat wajah dirinya. Ada seribu cermin yang saling berhadapan sesama wajah yang memantulkan yang cermin pertama memantulkan Cahaya, maka seluruhn ya akan tampak Cahaya. Al-mukmin mir’ah al-Mukmin. Al-mukmin mir’ah al-mukmin. Al-Mukmin mir’ah al-mukmin. Al-Mukmin bercermin pada mukmin, yang tampak adalah   Al-Mukmin. Mukmin bercermin pada sesama mukmin yang tampak adalah Citra Al-Mukmin. Mukmin bercermin pada Al-Mukmin, yang tampak adalah kegelapan dirinya. Malaikat melihat sesama malaikat ?

          Alloh adalah Cahaya langit dan bumi (‘alimul ghoibi wasy-syhadah). Perumpamaan Cahaya-Nya seperti Misbah yang terbungkus kaca. Misbah yang terbungkus kaca ada dalam Miskat (ceruk, lobang pada tembok tempat menaruh dian atau misbah). Kacanya seumpama kawkab (bintang) yang selalu memancarkan cahaya hingga seperti karakter mutiara (Durriyyun). Kawkab itu seperti dinyalakan dengan minyak dari pohon mubarokah, yaitu pohon zaitun yang tidak tumbuh di Timur maupun Barat. Hampir-hampir minyak zaitun itu menerangi (memancarkan cahaya) dengan sendirinya meski tak tersentuh (tersulut) api (sebelumnya). Alloh adalah Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis cahaya, gradasi Cahaya). Alloh menunjukkan Cahaya-Nya kepada siapa yang Alloh Menghendakinya. Dan Alloh menghunjamkan perumpamaan-perumpamaan bagi   manusia. Dan Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu.

Bumi-bumi yang pekat tercipta dari serpihan kawkab. Tsumma rodadnaahu asfala saafiliin (asalnya adalah kawkab, dan kawkab asalnya Matahari, lihat teori BIG BANG, Matahari Terbesar tak lain adalah seumpama Alloh)
Kawkab tanpa kaca dan debu adalah gambaran Sahabat Nabi dan gambaran Nabi-nabi selain Muhammad SAW.

          Dengan gradasi berbalik, Muhammad bagaikan Bulan yang bisa memantul (lebih sempurna keabadiannya) sementara Sahabat Nabi bagaikan kawkab yang hanya bisa memancar terus tanpa memantulkan cahaya (lebih rendah dari Muhammad dalam ke’abdi’annya).

          Semakin makhluk bisa melesat ke kerak terluar dalam penciptaan (ujung penciptaan, yang tentunya paling pekat dan tetap selalu berhadapan muka dengan cahaya dan cahaya di atasnya, maka itulah makhluk debu yang paling mulia. Untuk itulah, Demi Alloh, bumi merupakan planet termulia, yang di dalam dan permukaannya terdapat baitulloh yang tembus ke dasar bumi dan tembus ke langit tertinggi. Bumi yang terdapat Baitullohlah yang merupakan planet reflektor tersempurna, dibanding planet yang lain yang permukaannya lebih terang jika kena pantulan cahaya matahari. Bumilah yang paling pekat permukaannya sehingga jika terkena matahari seluruh isi permukaan bumi akan tampak sebagaimana adanya. Lain dengan planet yang lain yang jika terkena matahari (karena permukaannya ada yang berupa api seperti marcurius dan venus, dan ada pula yang permukaannya berupa cadas dan bebatuan yang sangat keras dan semakin jauh akan berupa es seperti pluto. Ketika sembilan planet diterangi oleh senter yang kita pegang, maka yang paling tidak menyilaukan mata kita yang memegang senter adalah yang paling pekat yaitu bumi. Ketika melihat bumi dengan senter besar  menjadi jelas-jelas terlihat apa adanya apa yang ada di seluruh permukaannya tanpa tersilaukan, tidak sebagaimana planet yang lain, maka bumilah yang paling Alloh cintai. Sebab ketika Alloh ingin melihat bumi, Bumi tidak ada kesombongan sama sekali (tidak menyilaukan dengan adanya kesombongan berupa api, cadas atau es pada planet lain yang menyilaukan). Bumi sangat bersahaja dan menyadari siapa dirinya. Walaupun di dalam perut bumi sendiri ada sumbercahaya, bumi tak mau menampilkannya dipermukaan yang nanti akan membuat silau mata yang memandang ketika menyorotkan senternya. Demikian pula Arwah yang terbungkus dengan kaca dan kemudian debu, yaitu manusia. Muhammadlah manusia yang paling Mulia. Muhammadlah yang menampakkan permukaannya sebagaimana adanya, tanpa ditutup-tutupi sebagaimana manusia yang lain yang masih sombong, yang menampak2kan apinya pada permukaanya seperti marcurius dan venus atau manusia yang menampak2kan cahaya palsu karena kekerasannya seperti planet mares atau yupiter, atau manusia yang menampak2kan kesuciannya (es) seperti permukaan planet pluto. Muhammadlah yang paling pekat permukaan buminya, sehingga untuk menerangi dirinya sangat bergantung dengan cahaya. Rasa Muhammad dalam kesahajaannya, memastikan dirinya terus selalu  mati (gelap) jika tidak bergantung pada Cahaya. Tidak sebagaimana yang lain yang merasa telah bercahaya dengan sendirinya (api) atau menampakkan kesuciannya (es). Namun di balik kepolosan bumi Muhammad, Mata Sang Surya akan sangat mencintai kesahajaannya. Ketika Mata memandang, Mata tidak silau. Mata Sang Surya menitikkan Air Mata ketika terharu melihat kesahajaan Bumi. Air Matanya inilah bukti teragung bahwa makhluk yang paling dicintai adalah Bumi. Air Mata (Air Mata dari Mata yang kiri; Ar-Rohman dan Air Mata dari Mata yang kanan; Ar-Rohim). Berkah Kedua Air Mata inilah Alloh hendak mengabadikan Surga dan neraka beserta isinya demi Bumi Muhammad. Di Balik itu dalam kesendirian bumi yang gelap, bumi juga menitikkan air mata. Wahai Sang Surya, di manakah Engkau, aku benar benar gelap dan mati tanpa kehadiran-Mu. Jeritan tangis Bumi dari kejauhan di dengar oleh Sang Surya. Seperti kesedihan dan jeritan seorang anak terkasih dari jauh yang sangat dirasakan oleh sang ibu dari kejauhan. Ibunya mendekat dan mendekap, mengusap kedua mata Bumi yang masih menitikkan air mata. Ibunya sangat peka terhadap anak terkasih. Bagaimana tidak sementara anaknya terlahir dari dirinya ? Bagaimana Sang Surya tidak melihat jeritan Bumi sementara di dalam perut bumi ada sesuatu yang merupakan bagian dari Diri Sang Surya yaitu Cahaya, sebagai radar atau antena ? (lihatlah sekali lagi teori BIG BANG, tanpa zaitun atau cahaya, Bumi tak akan ditarik oleh Sang Surya dan dipihak lain bumi tidak bisa mengorbit dengan taat mengitari Sang Suryabuana. Buktikanlah, tak ada satu planet pun yang di dalamnya tidak mengandung cahaya. Tanpa cahaya ini, tak mungkin akan ada dinamisasi, proses ubudiyyah, antara seluruh bintang dan planet dengan Sang Surya Akbar). Jika kau julurkan tali ke dasar bumi, akan kau temui pula Alloh di dalamnya. Bumi menjerit lihatlah aku Wahai Sang Surya. Akan kutampakkan aku apa adanya kepada yang paling kucinta, yaitu Engkau wahai Sang Surya. Bagi mataku, yang paling indah adalah tatapan Mata-mu untuk semata aku. Tapi aku tidak berdaya, apakah aku yang pekat ini akan ternyata makhluk yang paling Kau Cinta. Aku tidak berani menatap-Mu  wahai Sang Surya. Aku Malu dan mawas diri kalau-kalau ternyata Engkau menolak cinta suciku satu-satunya yang memang kupersembahkan semata untuk-Mu. Aku telah mengetahui, api, bulan dan bintang sudah menampakkan keasliannya. Namun keaslian Cahaya Diri-Mu melebihi keaslian Cahaya mereka. Demi itulah akau hanya mencintai-Mu wahai Sang Surya. Jangan salahkan dulu penulis dengan tamsilan seperti ini. Penulis hanya membeo dengan apa yang pernah Kekasihku (Muhammad SAW) sabdakan. Beliau sendiri mentamsilakan nanti di akhirat seorang mukmin akan melihat Alloh seperti Matahari yang tak menyilaukan. Sang Surya terpaku hanya mau melihat bumi yang telah menyatakan keluguannya yang hakiki. Lihatlah Aku wahai bumi, Aku sekarang benar-benar hanya Cinta Sejati padamu. Cinta sucimu kini Aku terima, dan memang cinta dari dirimu saja yang Aku terima. Aku tanggapi pula dengan Cinta Suci-Ku. Wahai Sang Surya, lihatlah kini aku apa adanya. Aku sendiri sebelum Engkau hadir sama sekali tak mengetahui apakah di punggungku sebelah Utara ada gunung indah penuh bunga atau tidak. Aku juga tidak tahu sebelum sebelum Engkau hadir apakah di sebelah Selatan punggungku ada jurang penuh kotoran yang busuk atau tidak. Jangan bersedih, keseluruhanmu Aku mencurahkan Air Mata Ar-Rohman dari kejauhan. Hanya jika dari dekat punggungmu Kulihat bukit yang indah, untuk punggung tersebut Ku siramkan pula Air Mata Ar-Rohim-Ku. Dari jauh keseluruhanmu akan selalu Kutatap dan Kucinta. Namun jangan salahkan Aku jika dari dekat Aku tak mau   melihat jurang yang busuk penuh kotoran di punggungmu sebelah kiri, Aku benci dan tak sudi melihatnya. Aku hanya mau menatap dan mencinta punggung kananmu yang penuh bukit dengan bunga-bunga cantiknya. Sabda Nabi,”dari awal sampai akhir, Aku tak sudi melihat dunia”.  Tapi apakah dengan demikian Cinta Suci-Mu akan semakin berkurang setelah melihatku apa adanya. Tidak. Sekali lagi tidak berkurang. Telah menjadi Ketetapan-Ku bahwa engkaulah permata-Ku yang paling Kucinta. Tak akan Aku lirik planet-planet selainmu. Jika Aku tatap kau dari kejauhan, tak ada yang paling Kuridlo selainmu. Jika Kutatap dari dekat, Aku akan pilih-pilih mana yang lebih Aku Ridlo.  Punggungmu yang paling indah di khatulistiwa dan sekitarnya yang tidak menyilaukan Mata-Ku melihat, itulah yang paling Kuridlo, yaitu bukit-bukit penuh bunga yang sangat pandai merayu dan mencintai-Ku. Namun aku juga paling benci punggung khatulistiwamu yang terdapat jurang-jurang kotoran yang busuk. Aku tak sudi melihatnya. Seharusnya menampakkan keindahannya padaku malah menampakkan kejelekannya. Seharusnya gembira ria atas kehadiran-Ku malah suram wajahnya. Demikian pula Aku juga tidak ridlo melihat punggungmu yang  ada di sebelah kutub Utara dan Selatan. Permukaannya menyilaukan mata-Ku memandang. Gunung es nya saja aku enggan menatap, apalagi jurang-jurang di sekitarnya. Karena kesahajaanmulah wahai bumi, satu-satunya yang Aku ridlo (dari jauh) di banding planet yang lain. Dan karena ridlo-Ku, Aku akan mengekalkanmu. Kalau begitu wahai bumi, ridlolah engkau dengan Ketetapan-Ku bahwa (dari dekat) Aku akan selamanya ridlo tidak melihat (murka) dengan punggungmu yang aku benci melihatnya. Dan dari dekat, Aku juga selamanya akan ridlo melihat (cinta) dengan punggungmu yang aku ridlo dan cinta melihatnya. Kalau Engkau ridlo dengan keberadaanku apa adanya wahai Sang Surya, (Demi Engkau yang aku tak hidup tanpa-Mu) aku juga menetapkan ridlo dalam diriku untuk-Mu saja wahai Sang Surya.
         
          Demi Alloh, tidak ada satu makhluk di atas bumi pun yang melebihi kesahajaan seperti yang dibahasakan bumi selain Muhammad SAW. Dengan alasan inilah  Muhammad merupakan ciptaan terakhir Alloh yang paling Alloh cintai. Beliau SAW lah insan kamil, yang melahirkan insan-insan kamil berikutnya yang secara berurutan adalah Rosul Ulul ‘Azmi, Rosul-rosul yang lain, para Nabi, Wali Qutub dan seterusnya sampai Wali Akhyar (gradasi Wali terendah). Setelah itu baru orang-orang beriman. Dan yang terakhir adalah orang-orang kafir. Yang disebut insan kamil di sini adalah dari derajat Wali terendah naik secara gradasi sampai ke pemipin Rosul Ulul ‘Azmi yaitu Muhammad Al ‘Umiy. Siapa yang menggelari Al-‘Umiy dan mengapa Alloh sangat cinta terhadap yang Alloh gelari dengan Al-‘Umiy. Al-‘Umiy adalah simbul kegelapan bumi yang tak akan bisa melihat dirinya sendiri tanpa kehadiran Sang Surya. Coba buka lebar-lebar akal kita semua;
         
1)    Jasad Muhammad dari bumi, bumi dari sempalan kawkab, kawkab dari sempalan Samsul Akbar, Samsul Akbar dari pengembangan inti yang tak lain adalah Cahaya.
2)   Ruh Muhammad




Muhammad yang di Sisi-Nya adalah Nur yang selalu memancar keluar dari Sumbernya (Sumber Cahaya seumpama Matahari). Muhammad yang di langit adalah bulan (Qomar). Muhammad yang ada dibumi adalah Muhammad yang hidup bersama para Shabatnya, yang para Sahabatnya itu bagaikan kawkab. Ketidak pisahan Tulisan Alloh-Muhammad di seluruh papan nama, terutama yang amat terang tertulis di Tiang Arsy, adalah seumpama ketidak pisahan Matahari dengan cahayanya yang selamanya memancar ke luar. Alloh (Matahari) bisa menerangi Diri dan melalui Cahaya-Nya (Nur Muhammad) menerangi sekelilingnya.
Jeritan kafiri (cemberut jurang jurang kotor mewujud dalam Istigfar Muhammad). Istigfar Muhammad menurunkan hujan; mana yang tanah akan semakin subur, mana yang tetap batu akan tidak menumbuhkan apa-apa selain lumut. Lumayan tumbuh lumut  seperti Abu Tholib yang ringan siksa ?????
Di permukaan bumi, Muhammad adalah makhluk terakhir yang Alloh bangga dengannya (DNA nya di ambil dari Adam, yang merupakan DNA terbaik yang akan masuk ke jasad Yang terbaik. Adapun turunan Beliau SAW selanjutnya, DNAnya sudah mulai turun, kadang baik (tapi tidak sebaik DNA Muhammad SAW, kadang turun lagi begitu seterusnya hingga semakin merosot sampai datangnya kiamat. Karena ada unsur Nur inilah sehingga Beliau adalah Al-basyar la kal basyar.


       Sebagaimana digambarkan oleh Alloh Sendiri dalam Surat An-Nur ayat 35, Alloh adalah Sumber Cahaya (jika diumpamakan dengan alam indra adalah seperti Matahari). Cahaya yang memancar ke luar dari Sumbernya, itulah yang sejatinya disebut dengan Nur Muhammad. Nur Muhammad adalah akar kejadian, bahan baku penciptaan alam semesta. Teori penciptaan yang sebenarnya sulit diterangkan oleh manusia selain dengan teori emanasi, yaitu pancaran cahaya yang secara gradasi memancar ke luar membentuk tingkatan-tingkatan cahaya (lapisan cahaya) yang juga menunjukkan tingkatan jenis makhluk (penampakan dari yang bathin). Ada yang Malaikat, ada yang para Nabi dan Rosul, ada yang para Wali, orang mukmin, orang kafir, alam semesta , surga maupun neraka, dst. Mula-mula mereka semua berujud arwah (kemurnian cahaya), kemudian ada yang tidak dibungkus dengan debu (sari tumbuhan) yaitu Malaikat atau Syetan (kebalikan ‘biji mata uang’ Malaikat), kemudian ada yang dibungkus dengan debu yaitu hewan. Ada juga kemudian yang dibungkus dengan kaca dan debu yaitu manusia.




Robbul Masyriqoini Wa Robbul Maghribain

ringkasan Israk MI'raj



Sebelum Israk dan Mikraj:
RASULULLAH saw mengalami pembedahan dada / perut, dilakukan oleh jibril, mika`il dan satu malaikat yang lain. Hati baginda saw dicuci dengan air zamzam, dibuang ketul hitam ('alaqah) iaitu tempat syaitan membisikkan waswasnya. Kemudian dituangkan hikmat, ilmu, dan iman.ke dalam dada Rasulullah saw. Selesai pembedahan, didatangkan bintang Buraq untuk ditunggangi oleh Rasulullah dalam perjalanan luar biasa yang dinamakan "Israk" itu. Israk (Perjalanan dari Masjidil-Haram ke Masdil-Aqsha):

Sepanjang perjalanan (israk) itu Rasulullah saw diiringi (ditemani) oleh Jibril a.s dan Israfil a.s. Tiba di tempat-tempat tertentu (tempat-tempat yang mulia dan bersejarah), Rasulullah diarah oleh Jibril  supaya berhenti dan bersembahyang dua rakaat. Antara tempat-tempat berkenaan ialah: Madyan dan Tursina, iaitu tempat nabi Musa as berkata-kata (munajat) dengan Allah; Baitul-Laham (tempat nabi 'Isa a.s dilahirkan).

Dalam perjalanan itu juga baginda Rasulullah saw menghadapi gangguan jin 'Afrit dengan api jamung dan dapat menyaksikan peristiwa-peristiwa simbolik yang amat ajaib. Antaranya :

Kaum yang sedang bertanam dan terus menuai hasil tanaman mereka. apabila dituai, hasil (buah) yang baru keluar semula seolah-olah belum lagi dituai. Hal ini berlaku berulang-ulang. Raslulullah saw dibertahu oleh Jibril : Itulah kaum yang berjihad fi sabilillah yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.

Tempat yang berbau harum. Rasulullah saw diberitahu oleh jibril : Itulah bau kubur Masyitah (tukang sisir rambut anak Fir'aun) bersama suaminya dan anak-anak-nya (termasuk bayi yang dapat bercakap untuk menguatkan iman ibunya) yang dibunuh oleh Fir'aun kerana tetap teguh beriman kepada Allah (tak mahu mengakui Fir'aun sebagai tuhan).

Sekumpulan orang yang sedang memecahkan kepala mereka. Setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipecahkan pula. Demikian dilakukan berkali-kali. Jibril meberitahu Rasulullah : Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud (sembahyang).

Sekumpulan orang yang hanya menutup kemaluan mereka (qubul dan dubur) dengan secebis kain. Mereka dihalau seperti binatang ternakan. Mereka makan bara api dan batu neraka jahannam. Kata Jibril : Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.

Satu kaum, lelaki dan perempuan, yang memakan daging mentah yang busuk sedangkan daging masak ada di sisi mereka. Kata Jibril:  Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zina sedangkan lelaki dan perempuan itu masing-masing mempunyai isteri / suami.

Lelaki yang berenang dalam sungai darah dan dilontarkan batu. Kata Jibril : Itulah orang yang makan riba`.

Lelaki yang menghimpun seberkas kayu dan dia tak terdaya memikulnya, tapi ditambah lagi kayu yang lain. Kata Jibril : tulah orang tak dapat menunaikan amanah tetapi masih menerima amanah yang lain.

Satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan penggunting besi berkali-kali. Setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali seperti biasa. Kata Jibril: Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.

Kaum yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka. Kata Jibril: Itulah orang yang memakan daging manusia (mengumpat) dan menjatuhkan maruah (mencela, menghinakan) orang.

Seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit. Tak dapat dimasukinya semula lubang itu. Kata Jibril : Itulah orang yang bercakap besar (Takabbur). Kemudian menyesal, tapi sudah terlambat.

Seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan pelbagai perhiasan. Rasulullah tidak memperdulikannya. Kata Jibril: Itulah dunia. Jika Rasulullah memberi perhatian kepadanya, nescaya umat Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.

Seorang perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah berhenti. Rasulullah saw tidak menghiraukannya. Kata Jibril: Itulah orang yang mensesiakan umurnya sampai ke tua.

Tiba di masjid al-Aqsha, Rasulullah turun dari buraq. Kemudian masuk ke dalam masjid dan mengimamkan sembahyang dua rakaat dengan segala anbia` dan mursalin menjadi ma`mum.

Rasulullah saw terasa dahaga, lalu dibawa Jibril dua bejana yang berisi arak dan susu. Rasulullah memilih susu lalu diminumnya. Kata Jibril: Baginda membuat pilhan yang betul. Jika arak itu dipilih, nescaya ramai umat baginda akan menjadi sesat.

Mikraj (Naik ke Hadhratul-Qudus Menemui Allah):

Didatangkan mi'raj (tangga) yang indah dari syurga. Rasulullah saw dan Jibril a.s. naik ke atas tangga pertama lalu terangkat ke pintu langit dunia (pintu Hafzhah).

Langit Pertama:
Rasulullah saw dan Jibril masuk ke langit pertama, lalu berjumpa dengan nabi Adam a.s. Kemudian dapat melihat orang-orang yang makan riba` dan harta anak yatim dan melihat orang berzina yang rupa dan kelakuan mereka sangat huduh dan buruk. Penzina lelaki bergantung pada susu penzina perempuan.

Langit Kedua:
Nabi saw dan Jibril naik tangga langit yang kedua, lalu masuk dan bertemu dengan nabi 'Isa a.s dan nabi Yahya a.s.

Langit Ketiga:
Naik langit ketiga. Bertemu dengan nabi Yusuf a.s.

Langit Keempat:
Naik tangga langit keempat. Bertemu dengan nabi Idris a.s.

Langit Kelima:
Naik tangga langit kelima. Bertemu dengan nabi Harun a.s yang dikelilingi oleh kaumnya Bani Israil.

Langit Keenam:
Naik tangga langit keenam. Bertemu dengan nabi-nabi. Seterusnya dengan nabi Musa a.s. Rasulullah mengangkat kepala (disuruh oleh Jibril) lalu dapat melihat umat baginda sendiri yang ramai, termasuk 70,000 orang yang masuk syurga tanpa hisab.

Langit Ketujuh:
Naik tangga langit ketujuh dan masuk langit ketujuh lalu bertemu dengan nabi Ibrahim Khlilullah yang sedang bersandar di Baitul-Ma'mur dihadapi oleh beberapa kaumnya. Kepada Rasulullah saw, nabi Ibrahim a.s. bersabda, "Engkau akan berjumapa dengan Allah pada malam ini. Umatmu adalah akhir umat dan terlalu dha'if, maka berdoalah untuk umatmu. Suruhlah umatmu menanam tanaman syurga iaitu LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH". Mengikut riwayat lain, nabi Irahim a.s bersabda, "Sampaikan salamku kepada umahmu dan beritahu mereka, syurga itu baik tanahnya, tawar airnya dan tanaman- ya ialah lima kalimah, iaitu: SUBHANALLAH, WAL-HAMDULILLAH, WA LA ILAHA ____ ILLALLAH ALLAHU AKBAR dan WA LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL- 'ALIYYIL-'AZHIM. Bagi orang yang membaca setiap kalimah ini akan ditanamkan sepohon pokok dalam syurga". Setelah melihat beberpa peristiwa lain yang ajaib. Rasulullah dan Jibril masuk ke dalam Baitul-Makmur dan bersembahyang (Baitul-Makmur ini betul-betul di atas Baitullah di Mekah).

Tangga Kedelapan:
Di sinilah disebut "al-Kursi" yang berbetulan dengan dahan pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah s.a.w menyaksikan pelbagai keajaipan pada pokok itu : Sungai air yang tak berubah, sungai susu, sungai arak dan sungai madu lebah. Buah, daun-daun, batang dan dahannya berubah-ubah warna dan bertukar menjadi permata-permata yang indah. Unggas-unggas emas berterbangan. Semua keindahan itu tak terperi oleh manusia. Baginda Rasulullah s.a.w dapat menyaksikan pula sungai al-Kautsar yang terus masuk ke syurga. Seterusnya baginda masuk ke syurga dan melihat neraka berserta dengan Malik penunggunya.

Tangga Kesembilan:
Di sini berbetulan dengan pucuk pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah s.a.w masuk di dalam nur dan naik ke Mustawa dan Sharirul-Aqlam. Lalu dapat melihat seorang lelaki yang ghaib di dalam nur 'Arasy, iaitu lelaki di dunia yang lidahnya sering basah berzikir, hatinya tertumpu penuh kepada masjid dan tidak memaki ibu bapanya.

Tangga Kesepuluh:
Baginda Rasulullah sampai di Hadhratul-Qudus dan Hadhrat Rabbul-Arbab lalu dapat menyaksikan Allah Subhanahu wa Taala dengan mata kepalanya, lantas sujud.

Kemudian berlakulah dialog antara Allah dan Muhammad, Rasul-Nya:

Allah S.W.T: Ya Muhammad.

Rasulullah : Labbaika.

Allah S.W.T  : Angkatlah kepalamu dan bermohonlah, Kami perkenankan.

Rasulullah : Ya, Rabb. Engkau telah ambil Ibrahim sebagai Khalil dan Engkau berikan dia kerajaan yang besar. Engkau berkata-kata dengan Musa. Engkau berikan Dawud kerajaan yang besar dan dapat melembutkan besi. Engkau kurniakan kerajaan kepada Sulaiman yang tidak Engkau kurniakan kepada sesiapa pun dan memudahkan Sulaiman menguasai jin, manusia, syaitan dan angin. Engkau ajarkan 'Isa Taurat dan Injil. Dengan izin-Mu, dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sufaq dan menghidupkan orang mati. Engkau lindungi dia dan ibunya daripada syaitan.

Allah S.W.T: Aku ambilmu sebagai kekasih. Aku perkenankanmu sebagai penyampai berita gembiran dan amaran kepada umatmu. Aku buka dadamu dan buangkan dosamu. Aku jadikan umatmu sebaik-baik umat. Aku beri keutamaan dan keistimewaan kepadamu pada hari qiamat. Aku kurniakan tujuh ayat (surah al-Fatihah) yang tidak aku kurniakan kepada sesiapa sebelummu. Aku berikanmu ayat-ayat di akhir surah al-Baqarah sebagai suatu perbendaharaan di bawah 'Arasy. Aku berikan habuan daripada kelebihan Islam, hijrah, sedekah dan amar makruf dan nahi munkar. Aku kurniakanmu panji-panji Liwa-ul-hamd, maka Adam dan semua yang lainnya di bawah panji-panjimu. Dan Aku fardhukan atasmu dan umatmu lima puluh (waktu) sembahyang.

Selesai munajat, Rasulullah s.a.w di bawa menemui nabi Ibrahim a.s kemudian nabi Musa a.s. Nabi Musa a.s. menyuruh Rasulullah s.a.w merayu kepada Allah S.W.T agar diberi keringanan, mengurangkan jumlah waktu sembahyang itu. Selepas sembilan kali merayu, (setiap kali dikurangkan lima waktu), akhirnya Allah perkenan memfardhukan sembahyang lima waktu sehari semalam dengan mengekalkan nilainya sebanyak 50 waktu juga.

Selepas Mikraj :
Rasulullah a.s turun ke langit dunia semula. Seterusnya turun ke Baitul-Maqdis. Lalu menunggang buraq perjalanan pulang ke Mekah pada malam yang sama. Dalam perjalanan ini bagina bertemu dengan beberapa peristiwa yang kemudiannya menjadi saksi (bukti) peistiwa israk-mikraj yang amat ajaib itu (Daripada satu riwayat peristiwa itu berlaku pada malam Isnin, 27 Rajab, kira-kira 18 bulan sebelum hijrah). Wallahu a'lam.  [Ringkasan dengan bahasa moden daripada kisah Israk Mikraj dalam kitab Jam'ul-Fawaa`id]

ISRAK DAN MIKRAJ
Salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam berlaku dalam bulan Rejab, iaitu mukjizat Israk dan Mikraj yang berlaku pada 27 Rejab. Firman Allah SWT dalam al-Israk, ayat 1 bermaksud :

"Maha Suci Allah yang menjalankan hambanya (Muhammad) pada malam haridari Masjidil Haram (di Makkah) ke Masjidil Aqsa (di Palestin) yang Kami berkati sekelilingnya untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya, Allah jualah yang amat mendengar lagi maha mengetahui."

Berdasarkan ayat itu, ulama sependapat bahawa Israk dan Mikraj berlaku terhadap Rasulullah SAW adalah dengan roh dan jasad walaupun ada mendakwa kejadian itu berlaku dengan roh saja. ISRAK bererti berjalan di malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestin. MIKRAJ pula bererti diangkat ke alam ghaib melalui langit yang berlapis-lapis dengan keizinan Allah SWT. PERJALANAN ISRAK bererti berjalan di malam hari dari Masjidil Haram (di Makkah) ke Masjidil Aqsa (di Palestin). Ketika Rasulullah SAW diisrakkan pada malam itu, baginda terlebih dahulu mengalami penbedahan dada, dilakukan oleh Malaikat Jibril dengan mengeluarkan segala kotoran dan diisi dengan iman dan hikmah, kemudian dibersihkan hati baginda dengan air zamzam dan dicantumkan semula.

Dengan kenderaan dinamakan 'Buraq', Rasulullah ke Baitulmaqdis dan di Masjidil Aqsa, Rasulullah mengerjakan solat 2 rakaat sebelum Jibril menghidangkan dua jenis minuman khamar (khamr dalam bahasa Arab yang bermaksud sesuatu yang memabukkan, dalam konteks ni merujuk kepada air yg memabukkan) dan susu. Lantas Baginda memilih susu. Jibril berkata: "Benar, engkau telah memilih air susu adalah lambang kesucian dan seandainya engkau mengambil minuman keras nescaya akan tersesatlah engkau dan umat engkau."

Ketika Mikraj pula, Rasulullah menempuh perjalanan melalui tujuh lapis langit ditemani oleh Jibril. Langit pertama dimuliai oleh Adam, langit kedua Nabi Yahya dan Isa, langit ketiga Nabi Yusuf, langit keempat Nabi Idris, langit kelima Nabi Harun, langit keenam Nabi Musa dan langit ketujuh Nabi Ibrahim di Baitul Makmur. Malah ditempat lebih tinggi dari langit ketujuh itulah, Allah menyampaikan perintah mulia untuk Baginda dan umatnya,iaitu mengerjakan solat.Pada mulanya, perintah solat wajib itu menghendaki ia dilaksanakan 50 kali sehari semalam tetapi selepas nabi Musa menasihatkan Rasulullah supaya meminta dikurangkan kerana ia percaya umat Nabi Muhammad tidak akan berdaya melakukannya ,akhirnya
mendapat keringanan Allah SWT untuk mengerjakan lima waktu solat saja. Selepas perintah solat itu, Rasulullah kembali kedunia dan tiba di Makkah ketika subuh. Begitulah perjalanan dari Makkah ke Palestin, kemudian naik kelangit dan lebih tinggi sebelum menerima perintah solat.

Peristiwa Israk dan Mikraj ini tidak akan dapat diyakini kebenarannya jika kita bersandar kepada fikiran sahaja,tetapi hendaklah diyakini berdasarkan iman dan pegangan kepada Islam serta kebenaran Rasul.Sesungguhnya, mukjizat Israk dan Mikraj memperlihatkan kekuasaan Allah SWT.

PERISTIWA
Menerusi peristiwa Israk dan Mikraj kita diceritakan berbagai kisah yang dilihat oleh Rasulullah.Hadis At-Tabrani dan Al-Bazar menjelaskan Rasulullah melihat:
1.       Satu kaum yang bercucuk tanam dan menuai hasil pada hari yang sama (menanam, menuai dan kemudian mengeluarkan hasil).Mereka ialah orang yang berbelanja Fisabilillah yang menerima ganjaran yang besar di sisi Allah hingga 700 kali ganda.
2.       Kaum yang menghempap kepala kebatu kemudian pecah berkecai, ia bercantum semula.Meraka adalah kaum yang malas mengerjakan solat fardu.Contohnya, bila sakit tinggal solat, ada masa buat,tak ada masa tak buat, bila berjalan jauh tinggal solat, sibuk bekerja tinggal solat, kenduri tinggal solat , bila berlaku kematian tinggal solat dengan alasan sibuk dan sebagainya.
3.       Kaum yang berpakaian koyak di hadapan dan belakang, makan pohon yang berduri, daun yang pahit dan batu-batu Jahannam. Mereka adalah kaum yang tidak membayar zakat.
4.       Kaum yang ditangan ada daging busuk dan baik , kemudian mereka memilih yang busuk adalah kaum yang ada isteri atau suami tapi suka berzina dengan orang lain.
5.       Kaum yang kumpul kayu besar dan tak larat mamikulnya tetapi ditambah lagi.Mereka adalah kaum yang suka ambil amanah tapi tak menunaikannya.
6.       Kaum yang menggunting bibir mulut mereka. Mereka adalah orang yang suka sambung fitnah atau
menambah.
7.       Ditunjukkan juga syurga yang tidak dapat digambarkan keindahannya.
8.       Ditunjukkan juga lembah neraka yang busuk.

Hadis di riwayatkan oleh Abu Said dan di keluarkan oleh Baihaqi pula menceritakan Rasulullah melihat:

Melihat kaum yang buncit perut, cuba berdiri kemudian tersungkur ke hadapan.Mereka adalah orang yang makan riba. Melihat satu kaum yang bibir setebal bibir unta, menelan bara api dan keluar ikut dubur.Mereka adalah orang yang makan harta anak yatim. Melihat satu kaum yang memotong daging rusuk dan dimakannya.Mereka adalah orang yang suka menabur fitnah dan menganiayai orang lain.

Hadis oleh At-Tarmizi dari Ibnu Mas'ud pula menceritakan :
Rasulullah apabila berjumpa Nabi Ibrahim telah dipesankan: " Anjurkan umatmu memperbanyak-kan tanaman di syurga. Rasulullah bertanya apakah tanamannya, jawabnya Ucapkanlah "Subhanallah Walhamdulillah wala ilaha illa billahu akbar, wala haula wala quwatailla billa."

Buletin Al-Barakah 1998
"Dan berilah peringatan serta amaran kepada kaum kerabatmu yang dekat. " (As-Syu'Araa, 214)